“Tidak ada sokongan dana dari rumah sakit maupun fakultas. Para senior rela menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kemajuan pendidikan ortopedi,” katanya di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya pada Sabtu (31/10/2026).
Ia mengenang, pada 1983, kegiatan bagian ortopedi hanya ditunjang satu ruangan dengan dua meja. Meski serba terbatas, para dokter senior tetap berupaya membangun pelayanan sekaligus pendidikan dokter spesialis.
Dengan berbagai upaya yang dijalankan, ia menyebut bagian ortopedi mengalami berkembang, seperti keilmuannya tidak lagi sebatas tindakan operasi, tetapi juga meliputi diagnosis, pencegahan, rehabilitasi, hingga penanganan berbagai kelainan sistem muskuloskeletal.
Ia mencontohkan penanganan skoliosis atau kelainan tulang belakang yang tidak selalu membutuhkan operasi, melainkan disesuaikan dengan kondisi pasien.
“Perkembangan keilmuan itu turut memperluas kebutuhan tenaga pengajar, peserta didik, serta sarana penunjang pendidikan dan pelayanan,” imbuhnya.
NOW ON AIR SSFM 100

