Ia menjelaskan, pendidikan dokter spesialis ortopedi tidak cukup hanya melalui teori, tetapi peserta didik juga harus menguasai keterampilan klinis, kemampuan operasi, serta pengalaman menangani pasien secara langsung.
Sementara dr. Tri Wahyu Martanto Ketua KSM Ortopedi dan Traumatologi menilai, perpindahan tersebut menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan sesuai standar kolegium.
“Untuk melengkapi fasilitas dan sarana prasarana pendidikan dokter spesialis ortopedi agar sesuai dengan standar yang ditetapkan kolegium,” ujarnya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pembaruan sarana tidak boleh membuat nilai perjuangan para pendahulu ikut hilang.
Pihaknya berharap, dokumentasi, arsip hingga kisah para pendahulu tetap bisa dijaga agar dapat dikenal generasi berikutnya.
“Walaupun gedung lama nantinya dirobohkan, sejarah dan nilai-nilai pendidikan yang diwariskan para pendahulu harus tetap dipertahankan. Jangan sampai perpindahan gedung membuat semangat itu ikut hilang,” pungkasnya. (ris/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

