Sementara saat ini, karena kebutuhan ruang kerja dan sarana akademik yang semakin besar, aktivitas di gedung tersebut perlu pindah ke fasilitas baru.
Sedangkan dr. Primadenny Ariesa Airlangga Kepala Departemen Ortopedi dan Traumatologi mengatakan, saat ini terdapat sekitar 20 staf pengajar, belum termasuk tenaga kependidikan dan sekretariat, sehingga kapasitas bangunan lama tidak lagi memadai untuk menampung seluruh aktivitas tersebut.
“Di gedung baru nanti, setiap staf pengajar maupun sekretaris akan memiliki meja masing-masing. Fasilitas untuk peserta didik juga akan lebih terakomodasi, termasuk ruang workshop dan tempat bekerja bersama,” ucapnya.
Gedung yang sedang dikembangkan saat ini, lanjut dia, dirancang untuk menunjang kebutuhan perkantoran, kegiatan akademik, serta pelayanan kesehatan.
Ia memastikan, meski berpindah gedung, pembelajaran klinis tetap dilakukan melalui pelayanan langsung kepada pasien di poliklinik, ruang rawat inap, dan kamar operasi.
NOW ON AIR SSFM 100

