Sementara itu, dr. Satrio, dokter senior yang menjadi salah satu saksi perubahan menjelaskan, ortopedi pada awalnya merupakan bagian dari ilmu bedah, tapi seiring berjalannya waktu, bidang tersebut berkembang dengan cakupan keilmuan dan penanganan yang semakin luas.
Ia mengatakan, saat dirinya membantu pimpinan fakultas sebagai Pembantu Dekan I pada periode 1998-2002, ia turut mendorong perkembangan identitas keilmuan ortopedi menjadi salah satu bagian dari perjalanan institusi.
“Perubahan tersebut turut mendorong meningkatnya aktivitas akademik dan pelayanan pasien, sehingga kebutuhan terhadap sarana yang lebih memadai semakin besar,” jelasnya.
Suparti Sekretaris Departemen Ortopedi dan Traumatologi menambahkan bahwa dirinya telah menjadi sekretaris sejak bangunan tersebut dibangun dan menyaksikan berbagai aktivitas departemen selama puluhan tahun. Ia menyebut, gedung lama itu memiliki kenangan tersendiri.
“Sejarah ortopedi dimulai dari enam dokter. Saya sekretaris sejak gedung ini dibangun. Gedung ini tidak akan saya lupakan,” tuturnya.
NOW ON AIR SSFM 100

