Pengetahuan tentang pentingnya skrining kesehatan sebagai langkah preventif, terus disosialisasikan melalui berbagai program. Salah satu langkah yang dilakukan Prodia Laboratorium agar masyarakat awam, khususnya perempuan, memahami pentingnya langkah preventif, dilakukan lewat gelaran Seminar Nasional Awam “She Thrives: A Road to Better Health”, yang digelar di Excotel Design Hotel Surabaya, Sabtu (11/7/2026).
Prodia Laboratorium memilih perempuan sebagai audiens dalam seminar ini karena mereka dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keluarga. Sehingga, sebelum perempuan mengambil peran untuk menjaga keluarga, dia harus bisa menjaga dirinya sendiri.
Nur Ainsyah Oktavia Regional Product Executive Prodia menerangkan, seminar yang dihadirkan Prodia Laboratorium bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
“Bahkan, seminar ini secara khusus kami rancang untuk perempuan, melalui beberapa tema pembahasan penting. Seperti, pencegahan penyakit, skrining kesehatan, juga peran pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara berkelanjutan,” katanya, Sabtu (11/7/2026).
Sementara itu, terkait penyakit yang mengintai perempuan, Dr. dr. Brahmana Askandar Sp.OG, Subsp. Onk Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga menjelaskan bahwa kanker masih menjadi ancaman besar.
Di Indonesia, terdapat lima besar kanker yang paling banyak menyerang perempuan, dengan kanker payudara menempati urutan pertama dan diikuti oleh kanker serviks di urutan kedua. Selain kanker, penyakit lain seperti gangguan metabolik, diabetes melitus, jantung, hingga stroke juga mengintai seiring bertambahnya usia perempuan.
“Tapi yang menjadi perhatian saat ini adalah tingginya kasus kanker serviks, yang sebenarnya sangat bisa dicegah,” ungkapnya.

Menurut dr. Brahmana, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV dan masa perkembangannya dari kondisi normal hingga menjadi kanker memakan waktu yang cukup lama, yakni lebih dari 10 tahun. Jeda waktu yang panjang ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk melakukan pencegahan dan deteksi dini secara optimal.
Sayangnya, cakupan deteksi dini kanker serviks di Indonesia saat ini masih tergolong sangat rendah, yaitu berada di bawah angka 15 persen.
“Masih banyak perempuan yang belum melakukan pemeriksaan rutin. Padahal, pencegahan dini seperti vaksinasi HPV dan pemeriksaan berkala sangat efektif untuk memutus rantai penyakit ini,” tambahnya.
Untuk mendeteksi kanker payudara, lanjut dr. Brahmana, para wanita yang sudah berusia 45 tahun dapat melakukan pemeriksaan mamografi.
Sedangkan, untuk pemeriksaan serviks, para perempuan yang sudah aktif secara seksual, sangat disarankan melakukan pemeriksaan papsmear atau tes HPV secara rutin.
Mengenai pemeriksaan laboratorium, Nur Ainsyah mengungkapkan kalau proses ini merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan perempuan.
“Pemeriksaan laboratorium tidak hanya membantu mendeteksi berbagai kondisi kesehatan sejak dini, tapi juga memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh. Sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pencegahan atau pemantauan kesehatan,” jelasnya.
Sebagai informasi, Seminar Nasional Awam merupakan bagian dari rangkaian roadshow edukasi kesehatan dari Prodia Laboratorium yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia, salah satunya di Surabaya, sepanjang tahun 2026.
Mengusung konsep layanan yang lebih personal dan terintegrasi, Prodia Women’s Health Center menghadirkan berbagai layanan skrining kesehatan, pemeriksaan laboratorium, serta edukasi kesehatan perempuan dalam suasana yang nyaman dan privat.
“Melalui kegiatan ini, Prodia berharap semakin banyak perempuan yang terdorong untuk lebih proaktif menjaga kesehatannya, tidak hanya ketika sakit, tetapi melalui kebiasaan melakukan skrining kesehatan secara berkala, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta menerapkan gaya hidup sehat. Dengan begitu, setiap perempuan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas di setiap tahap kehidupannya,” tutupnya. (kir/saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

