Dari jumlah korban luka tersebut, sebanyak 223 orang mengalami luka berat dan 1.408 orang lainnya mengalami luka ringan.
Kerusakan juga terjadi pada 95.567 unit rumah. BNPB mencatat 46.161 rumah mengalami rusak ringan, 21.992 rumah rusak sedang, dan 27.414 rumah mengalami rusak berat.
Kerusakan rumah dalam kategori berat menjadi perhatian karena ribuan keluarga membutuhkan tempat tinggal baru atau hunian sementara.
“Ada kebutuhan mendesak penyediaan hunian sementara atau relokasi bagi 27.414 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat,” ujar Berton dilansir dari Antara.
Di tengah proses penanganan dan pemulihan, aktivitas gempa susulan di NTT mulai menunjukkan kecenderungan menurun. Hingga 30 Agustus 2026, BNPB mencatat sebanyak 9.765 gempa susulan.

NOW ON AIR SSFM 100

