Para penginap yang datang ke gereja tersebut berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam, mulai dari peserta muktamar, aktivis NU, akademisi, hingga jurnalis.
“Ada dari Manado, itu Wakil PCNU Manado. Juga ada yang dari Kebumen. Beliau ada yang dosen, ada yang Ansor, dan ada yang peneliti. Juga jurnalis dari Surabaya, termasuk jenengan semua ini kita tampung di sini,” ucapnya.

Ia menjelaskan kedekatan GKJW dengan NU telah terjalin sejak sebelum kemerdekaan, yakni saat mayoritas warga Desa Bongsorejo yang lokasinya dekat dari Pondok Pesantren Tebuireng merupakan jemaat GKJW. Sejak saat itu, jemaat GKJW dan warga NU di sekitar Tebuireng hidup berdampingan dengan baik dan penuh toleransi.
Bahkan, ia juga mengatakan bahwa Almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga pernah mengajar di lingkungan GKJW. “Karena Jombang ini merupakan daerah atau kabupaten yang sudah diakui bahwa Jombang itu mempunyai predikat kota toleransi se-Asia Tenggara,” kata dia.

NOW ON AIR SSFM 100

