Selasa, 14 Juli 2026

Gus Salam Soroti Belum Terbitnya Sebagian SK Pengurus Wilayah NU Jelang Muktamar

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam pengasuh pondok pesantren Denanyar Jombang saat ditemui di Surabaya, Senin (13/7/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam pengasuh pondok pesantren Denanyar Jombang menyoroti belum keluarnya sejumlah SK kepengurusan PWNU dan PCNU di berbagai wilayah Indonesia menjelang dimulainya Muktamar Nahdlatul Ulama pada ada 27-31 Agustus 2026.

Hal itu diungkap Gus Salam ketika menggelar safari ke sejumlah PCNU dan PWNU ke berbagai wilayah Indonesia dalam rangka silaturahmi untuk menjadi bakal calon ketua PBNU dalam Muktamar mendatang.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, wilayah yang belum mendapatkan SK kepengurusan banyak terjadi di beberapa daerah luar Jawa.

Gus Salam mencontohkan, wilayah Papua paling banyak menghadapi persoalan legalitas kepengurusan.

“Dari informasi yang kami terima, dari 59 PCNU di Papua, yang punya SK legal itu cuma dua. Itu juga sama Maluku Utara, PW-nya juga belum dapat SK dan 80 persen dari PC-nya juga belum dapat SK. Begitu juga Maluku,” ujar Gus Salam saat ditemui di Surabaya, Senin (13/7/2026).

Gus Salam menjelaskan, legalitas status kepengurusan berkaitan dengan hak suara dalam Muktamar. Ia mendorong PBNU supaya segera memberikan daftar resmi terkait PCNU dan PWNU yang memiliki hak suara maupun hanya hak bicara.

“Agar segera ada rilis tentang status PWNU maupun PCNU yang punya hak suara di Muktamar atau hanya hak berbicara, agar tidak ada simpang siur informasi dan agar mereka masing-masing juga segera tenang untuk mempersiapkan diri mengikuti Muktamar,” katanya.

Dalam forum Muktamar, peserta peninjau hanya memiliki hak berbicara namun tidak memiliki hak suara. Padahal, menurutnya, suara dari struktur NU daerah menjadi hal penting dalam menentukan arah organisasi ke depan.

“Hanya peninjau, mungkin punya hak berbicara tapi tidak punya hak suara. Padahal yang kita cari kan suaranya, bukan hanya berbicara,” ujarnya.

Selain itu, Gus Salam juga menyampaikan dirinya telah menggelar konsolidasi dengan 22 PWNU di berbagai daerah.

Ia mengklaim seluruh safari itu dilakukan melalui jalur resmi dengan berkoordinasi bersama PWNU setempat.

Dia berharap supaya proses legalitas kepengurusan segera dituntaskan PBNU sebelum gelaran Muktamar dimulai, sehingga seluruh struktur dapat mempersiapkan diri dengan jelas.

“Kami selalu menghormati terhadap hirarki struktural sekaligus menghormati kewilayahan. Karena kami ini sudah pernah berada di level semua struktur di NU, pernah di PCNU, PWNU, juga PBNU,” ucap Gus Salam.

Sebagai informasi, Muktamar NU 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus yang berlokasi di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang. (wld/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 14 Juli 2026
27o
Kurs