“Kapal ini adalah jembatan antara Surabaya dan Kalsel. Ini adalah urat nadi ekonomi dan jalur transportasi yang sangat penting bagi warga Kalsel yang hendak ke Jawa ataupun sebaliknya,” katanya.
Habib Aboe juga menyoroti langkah cepat Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim dalam mendukung pencarian dan pertolongan korban. Armada kapal patroli dikerahkan untuk memperluas wilayah pencarian hingga ke sejumlah perairan.
“Terima kasih atas kinerja Ditpolairud Polda Jatim yang langsung menerjunkan armada kapal patroli untuk memperluas radius pencarian korban hingga perairan Sumenep dan Masalembu. Ini merupakan bentuk respons kemanusiaan yang sangat berarti dalam situasi darurat,” ungkapnya.
Selain operasi pencarian, ia memberikan apresiasi terhadap dukungan medis dan proses identifikasi korban yang dilakukan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim.
Menurutnya, keberadaan Posko Disaster Victim Identification (DVI) dan Pos Ante Mortem di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi bagian penting dalam membantu proses identifikasi korban, termasuk pencocokan sampel DNA.










