“Terima kasih pula atas dukungan medis dan identifikasi dari Biddokkes Polda Jatim yang mendirikan Posko DVI dan Pos Ante Mortem di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya secara real-time untuk membantu proses pencocokan sampel DNA bagi keluarga korban,” jelasnya.
Habib Aboe menilai proses identifikasi memiliki arti penting bagi keluarga korban. Kepastian mengenai kondisi anggota keluarga menjadi hal yang sangat dibutuhkan di tengah situasi musibah.
“Dalam musibah seperti ini, kerja kemanusiaan tidak berhenti pada pencarian dan evakuasi. Proses identifikasi juga sangat penting agar keluarga korban mendapatkan kepastian dan dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel Polda Jawa Timur yang terlibat dalam penanganan kecelakaan tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Jawa Timur, khususnya Ditpolairud dan Biddokkes, atas seluruh kerja, respons, dan dukungan kemanusiaan dalam penanganan musibah ini. Atas nama masyarakat Kalimantan Selatan dan bubuhan Banjar, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” pungkas Habib Aboe.(faz/ipg)










