Rabu, 16 September 2026

Hari Kesembilan, Basarnas Persempit Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Personel Kantor SAR Banten menyiapkan papan informasi rencana operasi pencarian dan pertolongan hari kesembilan kapal cepat KM Arupadatu di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Rabu (16/9/2026). Foto: Antara

Basarnas mempersempit area pencarian kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis di Selat Sunda pada hari kesembilan operasi, Rabu (16/9/2026).

Pencarian kini dibagi menjadi delapan sektor untuk membuat penyisiran lebih terfokus dan mendetail, termasuk menjangkau perairan yang lebih dekat dengan kawasan pesisir.

Rizky Dwianto Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten mengatakan bahwa total area yang disisir pada hari kesembilan mencapai 3.439 nautical mile (NM) persegi.

“Hari ini area pencarian kami bagi menjadi delapan sektor untuk lebih memfokuskan penyisiran. Jika sebelumnya jarak antar-lintas (track spacing) pencarian kapal sekitar 3 nautical mile, hari ini kita rapatkan menjadi 1 sampai 2 nautical mile agar penyisiran lebih detail,” kata Rizky di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Rabu (16/9/2026), seperti dilansir Antara.

Menurut Rizky, pengerahan armada difokuskan ke wilayah tenggara Gunung Anak Krakatau (GAK).

Lokasi tersebut menjadi prioritas berdasarkan hasil kalkulasi pergerakan arus, gelombang, dan angin melalui pemodelan SARMAP.

Dilansir dari Antara, sebanyak 570 personel SAR gabungan dikerahkan dalam operasi hari kesembilan. Sebanyak 307 personel berada di armada laut utama, sedangkan 263 personel lainnya bersiaga di posko darat.

Operasi pencarian didukung 22 unit kapal penyisir. Armada tersebut terdiri atas tiga unit KN SAR dan dua unit RIB Basarnas, lima KRI, dua KAL dan satu RBB milik TNI Angkatan Laut, serta delapan kapal patroli Polairud.

Delapan sektor pencarian memiliki luas dan armada penyisir yang berbeda.

Sektor A dengan luas 511 NM persegi disisir KRI Dewa Kembar dan KP Sanjaya. Sektor B seluas 539 NM persegi menjadi area pencarian KN SAR Basudewa, sedangkan Sektor C seluas 585 NM persegi disisir KRI Leuser.

Selanjutnya, Sektor D seluas 319 NM persegi menjadi tanggung jawab KN SAR Antasena dan KRI Lepu.

Penyisiran yang lebih dekat dengan pesisir dilakukan di Sektor E, F, dan G. Sektor E seluas 271 NM persegi disisir RIB 02 Lampung dan KAL Pahawang. Sektor F seluas 265 NM persegi melibatkan tujuh kapal Polairud.

Sementara Sektor G memiliki luas 282 NM persegi dan disisir RIB 02 Banten, KAL Anyer, serta RBB Pulau Peucang.

Adapun Sektor H menjadi area pencarian terluas dengan cakupan 667 NM persegi. Penyisiran dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Gilimanuk, dan KN Damaru.

Di tengah operasi pencarian, kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi faktor yang turut diperhitungkan tim SAR.

Rizky mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi perairan Selat Sunda berawan dengan tinggi gelombang 0,5 hingga 2,5 meter menuju timur laut. Kecepatan angin berkisar 5-20 knot dan bergerak dari tenggara menuju selatan.

Sementara itu, pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan Gunung Anak Krakatau masih tertutup kabut. Aktivitas gempa vulkanik dangkal dan tremor juga masih berlangsung secara terus-menerus.

Kondisi tersebut membuat keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama selama penyisiran.

“Tetap, pencarian berpedoman dangan data-data cuaca dan Anak Krakatau ya, mempertimbangkan keselamatan petugas teman-teman di lapangan,” ujar Rizky. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 16 September 2026
31o
Kurs