Senin, 19 Oktober 2026

HKI Soroti Hambatan Lahan dan Regulasi dalam Target PLTS 100 Gigawatt

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Didik Prasetiyono Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), saat berbicara tentang target PLTS 100 Gigawatt dalam ISS 2026. Foto: Istimewa

“Investor global tidak lagi hanya bertanya tentang harga listrik. Mereka juga ingin mengetahui dari mana listrik tersebut berasal, seberapa rendah emisi yang dihasilkan, dan apakah pasokan energi tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, tahap awal proyek ini akan dimulai dengan kapasitas 17 GW yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi baterai (BESS). Proyek skala besar ini diperkirakan membutuhkan investasi fantastis mencapai 71,3 miliar dolar AS.

Meski target tersebut patut diapresiasi, Didik mengingatkan bahwa Indonesia memerlukan peta jalan yang rinci untuk mengeksekusinya.

Menurutnya, tanpa arah yang jelas, target besar ini berisiko hanya menjadi angka yang sulit diimplementasikan di lapangan. Terlebih, ada beberapa hambatan utama atau bottleneck yang harus segera diselesaikan, salah satunya adalah masalah ketersediaan lahan.

“Pusat-pusat konsumsi listrik terbesar justru berada di kawasan industri yang tingkat okupansi lahannya sudah sangat tinggi. Menemukan lahan ratusan hektare untuk membangun PLTS di kawasan tersebut hampir mustahil,” tambahnya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
29o
Kurs