Karhutla Kalimantan, Menhut Sebut Pembasahan Terus Dilakukan Walau Api Tidak Terlihat
Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:06 WIB
Raja Juli Antoni Menteri Kehutanan mengecek lahan terbakar di sekitar kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Minggu (23/8/2026). Foto: Antara
Data hotspot dalam sistem tersebut ditampilkan berdasarkan pemantauan sejumlah satelit, yakni NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20.
Data satelit itu digunakan untuk membantu petugas mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
Dilansir dari Antara, Raja Juli menyebut bahwa kondisi titik panas di Kalimantan Selatan saat ini cukup dinamis.
Jumlah hotspot dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat sehingga pemantauan tidak boleh dilakukan secara sporadis.
Berdasarkan data SiPongi, tercatat 157 titik panas di Kalimantan Selatan pada 21 Agustus 2026. Jumlah tersebut kemudian turun menjadi 11 titik pada Sabtu (22/8/2026) pukul 22.00 Wita.








