Iran Bantah Trump soal Rencana Deklarasi Selat Hormuz Jadi Milik AS
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:07 WIB
Ilustrasi - Sebuah keluarga duduk dengan latar belakang galangan kapal di lepas pantai kota Fujairah, Uni Emirat Arab di Selat Hormuz. Foto: AFP-JIJI
Berdasarkan kesepakatan itu, kedua negara seharusnya memulai perundingan mengenai isu nuklir Iran dan pencabutan sanksi dalam jangka waktu 60 hari.
Periode tersebut berakhir pada Senin (17/8/2026), tetapi perundingan yang dimaksud tidak pernah dimulai.
Baghaei menyebut kegagalan tersebut terjadi akibat “pelanggaran terang-terangan dan luas” yang dilakukan AS terhadap kesepakatan.
Sementara itu, Iran memperketat pengawasannya terhadap Selat Hormuz setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. (ant/saf/ipg)