Jelang perayaan Hari Buruh, Jumat (1/5/2026) besok, Polrestabes Surabaya menyiapkan sejumlah pengamanan, termasuk merancang strategi rekayasa lalu lintas.
AKBP Rosyid Hartanto Wakapolrestabes Surabaya menerangkan, pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas berbasis kanalisasi di 22 titik krusial, terutama di persimpangan padat dan lokasi putar balik (u-turn).
Rekayasa ini, menurut Rosyid tetap mengedepankan kelancaran mobilitas masyarakat tapi juga tetap memberi ruang bagi mereka yang ingin menyampaikan aspirasi.
Adapun 22 titik kanalisasi akan tersebar di seluruh jalur utama menuju kota mulai dari kawasan Taman Pelangi hingga jalur menuju wilayah Tembaan–Bubutan.
“Jarak antar titik pengamanan juga telah dihitung secara presisi, berkisar antara puluhan meter hingga lebih dari satu kilometer. Hal ini bertujuan untuk memastikan distribusi personel merata dan respons cepat terhadap potensi kepadatan maupun gangguan lalu lintas,” katanya, Kamis (30/4/2026).
Selain itu, kata Rosyid, polisi juga akan berjaga di sejumlah jalur vital dengan intensitas kendaraan tinggi seperti, kawasan Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, hingga pusat kota seperti Tunjungan dan Tegalsari.
Nantinya, jumlah personel yang disiagakan di titik-titik itu, akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan kepadatan arus.
“Pengaturan ini dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, sekaligus memberikan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi. Kami mengedepankan langkah preventif dan humanis,” tambahnya.
Dengan pola ini, polisi berupaya mengarahkan arus kendaraan agar tidak bertabrakan dengan jalur mobilisasi peserta aksi. Skema ini juga memungkinkan pengalihan arus secara fleksibel apabila terjadi eskalasi situasi di lapangan.(kir/bil/ham)












