Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim Ketua Umum PP Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) menyatakan, pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 harus berjalan secara jujur tanpa kepentingan tersembunyi.
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu secara spesifik mengingatkan agar tidak terjadi riswah atau politik uang dalam proses Muktamar NU.
Kiai Asep menegaskan, NU bukan organisasi politik. Sehingga, kepentingan praktis tidak boleh mengintervensi proses pemilihan ketua umum.
Dia juga berkelakar dalam proses pelaksanaan Muktamar jangan sampai ada udang di balik batu. Hal itu disampaikan Kiai Asep dalam Dialog Publik bertema Transformasi-Reorientasi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama Abad 2 yang berlangsung di Kantor Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) komplek Amanatul Ummah, Surabaya, Rabu (12/8/2026).
“Mohon pelaksanaan muktamar bisa terselenggara dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh ada udang di balik batu. Bentuk-bentuk udang di balik batu ini misalnya terhalangi oleh kepentingan singkat. Karena ini bukan partai politik,” ucapnya.

NOW ON AIR SSFM 100

