“Saya ndak mau melakukan itu semua, karena tidak boleh dengan cara begitu. Tetapi ada orang yang memodali di balik mereka. Yang kepingin bahwa Indonesia ini hancur. Ditiadakan kelompok penopang ini,” tuturnya.
Selain isu politik uang, Kiai Asep mengingatkan berbagai pihak untuk menjaga mekanisme pemilihan secara jujur dan adil.
Dia bahkan mengungkap pengalaman curangnya pemilihan ketua umum yang pernah terjadi dalam Muktamar NU di Jombang pada 2016.
Kiai Asep berharap Muktamar NU nantinya menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga NU sebagai organisasi para ulama dan menjadi penopang kehidupan bangsa dan negara.
“Kemudian, jangan sampai ada pemilihan, yang memilih bukan orangnya. Ini pernah terjadi ketika di Jombang dulu. Di alun-alun itu, yang nyoblos itu bukan orang yang ada di luar-luar itu suruh masuk suruh nyoblos. Saya tahu sendiri. Saya nonton di luar dengan Gus Solah pada waktu Muktamar Jombang yang dulu,” tandasnya.
Sekedar diketahui, proses Muktamar NU ke-35 akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang pada 27-31 Agustus 2026.(wld/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

