Senin, 28 September 2026

Jelang Muktamar NU, Kiai Asep: Jangan Ada Udang di Balik Batu dan Politik Uang

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim Ketua Umum PP Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) saat ditemui di Kantor JKSN, Surabaya, Rabu (12/8/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

“Kemudian tidak boleh ada riswah. Ya. Karena kita sedang menolong, mengupayakan sebuah organisasi yang akan menjadi penopang bangsa dan negara,” sambungnya.

Berikutnya, Kiai Asep menyinggung pentingnya mengedepankan proses pemilihan Ketua Umum PBNU kepada bashirah, yakni mata hati, kebenaran, dan nurani, bukan bisyarah atau imbalan.

Dari isu yang beredar, Kiai Asep juga mengungkap sudah ada imbalan uang senilai Rp50 juga hingga 10 ribu Dollar AS dalam proses Muktamar NU nanti.

“Iya betul, bashirah bukan bisyarah. Bashirah mata hati, kebenaran, nurani. Bukan bisyarah yang sekarang sudah diisukan ada yang 50 juta, ada yang 10.000 dolar, macam-macam itu sudah,” ungkapnya.

Kiai Asep menyatakan, dirinya tidak ingin terlibat dalam praktik semacam itu. Namun, dia menduga terdapat pihak yang memberikan modal di balik praktik tersebut.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 28 September 2026
26o
Kurs