“Kemudian tidak boleh ada riswah. Ya. Karena kita sedang menolong, mengupayakan sebuah organisasi yang akan menjadi penopang bangsa dan negara,” sambungnya.
Berikutnya, Kiai Asep menyinggung pentingnya mengedepankan proses pemilihan Ketua Umum PBNU kepada bashirah, yakni mata hati, kebenaran, dan nurani, bukan bisyarah atau imbalan.
Dari isu yang beredar, Kiai Asep juga mengungkap sudah ada imbalan uang senilai Rp50 juga hingga 10 ribu Dollar AS dalam proses Muktamar NU nanti.
“Iya betul, bashirah bukan bisyarah. Bashirah mata hati, kebenaran, nurani. Bukan bisyarah yang sekarang sudah diisukan ada yang 50 juta, ada yang 10.000 dolar, macam-macam itu sudah,” ungkapnya.
Kiai Asep menyatakan, dirinya tidak ingin terlibat dalam praktik semacam itu. Namun, dia menduga terdapat pihak yang memberikan modal di balik praktik tersebut.

NOW ON AIR SSFM 100

