Menurut JK, peristiwa tersebut tidak mencerminkan keinginan mayoritas masyarakat Aceh yang selama ini menikmati kondisi damai setelah konflik berakhir melalui penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.
JK mengatakan, peringatan 21 tahun perdamaian Aceh semestinya menjadi momentum untuk mengenang keberhasilan penyelesaian konflik melalui jalur damai.
“Awalnya itu sebenarnya peringatan ke-21. Kebetulan MoU Helsinki ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 2005, sekarang sudah 21 tahun. Diperingati dengan doa dan zikir di Masjid Baiturrahman,” ujar JK.
Namun, suasana peringatan kemudian berkembang setelah muncul aksi demonstrasi dan pengibaran bendera tertentu yang mendapat perhatian aparat keamanan.
JK mengatakan TNI dan Polri berupaya mencegah situasi tersebut berkembang menjadi konflik terbuka.

NOW ON AIR SSFM 100

