Ia menyebut masyarakat lebih berkepentingan mempertahankan perdamaian yang telah memberikan perubahan positif.
“Rakyat Aceh selalu ingin damai dibanding dengan kejadian pada konflik itu. Perdamaian ini telah membawa kemajuan, ekonomi masyarakat berkembang lebih baik, kebebasan, pendidikan, dan sosial jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” jelas JK.
Ia juga menilai berbagai pernyataan yang muncul tidak menunjukkan adanya penolakan terhadap pemerintah pusat. Menurutnya, persoalan lebih mengarah pada ketidakpuasan terhadap kelompok atau pemimpin di tingkat lokal.
“Tidak ada yang mengarah ketidaksenangan kepada pemerintah pusat, tapi ketidaksenangan kepada yang memimpin mereka sendiri. Itu yang terjadi,” kata JK.
JK berharap masyarakat Aceh dapat mengambil pelajaran dari perjalanan perdamaian selama 21 tahun. Menurut dia, kesepakatan damai Helsinki telah memberikan ruang lebih besar bagi Aceh untuk membangun daerah melalui berbagai kewenangan dan dukungan pemerintah.
“Ini masa di mana otonomi khusus telah diberlakukan dibanding daerah lain. Ada dana otsus, dana ekonomi, dan hak-hak yang diperoleh jauh lebih baik dibanding banyak daerah,” ujar JK. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

