Selain itu, saat ini tim gabungan sedang fokus mempercepat pemadaman agar api tidak semakin meluas, sementara proses investigasi penyebab kebakaran akan terus dilakukan secara paralel.
“Saat ini kami masih fokus pada upaya pemadaman. Namun, penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran akan terus kami lakukan,” tambahnya.
Sementara itu, awalnya karhutla terdeteksi pada Senin (3/8/2026) dengan luas lahan terbakar sekitar 7,9 hektare.
Namun dalam beberapa hari berikutnya, api terus meluas hingga mencapai 44 hektare, dan berdasarkan perkembangan terakhir pada Jumat pagi luas area terdampak mencapai sekitar 176 hektare.
Karena lahan yang terbakar menjadi semakin luas, mulai hari kedua kebakaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan helikopter water bombing berkapasitas 1.000 liter.

NOW ON AIR SSFM 100

