Selasa, 4 Agustus 2026

Kembalinya Munas-Konbes ke Pesantren Dinilai Jadi Upaya Kembalikan Ruh NU

Laporan oleh Wilda Aulia Maulida Afni
Bagikan
Agus Bahauddin (Gus Baha) Ketua Panitia Lokal Munas-Konbes NU 2026. Foto: Wilda Aulia suarasurabaya.net

Penyelenggaraan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, dinilai menjadi langkah untuk mengembalikan ruh NU yang berakar kuat pada tradisi pesantren.

Agus Bahauddin atau Gus Baha Ketua Panitia Lokal Munas-Konbes NU mengatakan, pesantren dan NU merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

“Para kiai kami selalu berpesan bahwa pesantren adalah NU kecil, dan NU adalah pesantren besar. Sehingga NU dan pesantren tidak bisa dipisahkan,” ujar Gus Baha saat meninjau lokasi acara, Sabtu (20/6/2026).

Gus Baha berharap semangat penyelenggaraan agenda NU di pesantren tidak hanya berhenti pada Munas-Konbes. Ia ingin agenda organisasi yang lebih besar, termasuk muktamar, juga bisa kembali digelar di lingkungan pesantren.

“Harapannya nanti juga ada muktamar yang diselenggarakan di pondok pesantren lagi,” tambahnya.

Menurut Gus Baha, pesantren merupakan tempat yang tepat untuk meneguhkan kembali khittah NU sebagaimana dicita-citakan para pendirinya.

Munas-Konbes NU 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 23 Juni 2026. Forum ini menjadi wadah pembahasan berbagai isu strategis keagamaan dan organisasi menjelang Muktamar NU mendatang.

Usai rangkaian Munas-Konbes berakhir, Pondok Pesantren Al Falah Ploso akan langsung melanjutkan kegiatan dengan penyelenggaraan haul pesantren yang diperkirakan kembali dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah. (aul/bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 4 Agustus 2026
29o
Kurs