Dari total tersebut, sebanyak 1.129 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), sedangkan 1.420 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed).
Selain itu, 23 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain (divert), enam penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/RTB), dan 26 penerbangan dimajukan jadwalnya (advance).
Lukman menegaskan, keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, keputusan operasional harus mempertimbangkan kondisi cuaca, jarak pandang, serta hasil penilaian keselamatan oleh pihak terkait.
“Karena itu, penyesuaian jadwal penerbangan dapat dilakukan apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan operasional berlangsung secara aman,” ujar Lukman dilansir dari Antara.
Dampak kabut asap akibat karhutla juga meluas ke sejumlah wilayah selama periode 13–17 Oktober 2026. Selain Kalimantan, Papua, dan Sumatera, gangguan turut terpantau di Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara.
NOW ON AIR SSFM 100

