Sementara itu, dua penerbangan rute Singapura–Palembang pulang pergi pada 15 Oktober 2026 dibatalkan karena asap di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Di luar dampak karhutla, terdapat 22 penerbangan berjadwal dalam negeri yang dibatalkan akibat faktor lain.
Penyebabnya meliputi abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.
Untuk mengantisipasi gangguan yang berkelanjutan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meminta penyelenggara bandar udara di wilayah terdampak meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi operasional.
Langkah tersebut mencakup penerapan Low Visibility Procedures (LVP) atau prosedur operasional saat jarak pandang rendah, koordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) untuk menyampaikan informasi penting terkait operasional penerbangan.
NOW ON AIR SSFM 100

