Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian maupun provokasi di media sosial menjelang aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Alexander Sabar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi meminta masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab agar situasi tetap kondusif, baik di ruang fisik maupun digital.
“Tentunya kami berharap mereka atau masyarakat yang menggunakan media sosial dapat menggunakan media sosial dengan baik, bertanggung jawab, tidak melakukan ujaran kebencian ataupun memprovokasi,” kata Alexander di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, seperti dilaporkan Antara, Rabu (26/8/2026).
Menurut Alexander, penggunaan media sosial yang bertanggung jawab penting untuk menjaga jalannya penyampaian aspirasi agar tetap tertib.
“Kita harapkan besok kegiatan yang akan diadakan itu bisa berjalan dengan baik tidak hanya di ruang fisik tetapi juga di ruang digital kita,” ujar Alexander.
Sementara itu, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memastikan akan mengikuti aksi di depan Gedung DPR RI dengan membawa agenda pemberantasan korupsi.
Supriyono alias Botok Koordinator AMPB mengatakan kelompoknya membawa dua tuntutan, yakni pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.
“Kami ke Jakarta ini tidak ada niatan untuk membuat rusuh. Kami mendukung gerakan kawan-kawan di Jabodetabek yang akan menggelar aksi 27 Agustus,” kata Botok.
Botok juga menegaskan aksi tersebut tidak membawa agenda untuk melengserkan Prabowo Subianto Presiden RI dan Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden RI.
“Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik,” ujarnya.
Menurut dia, AMPB datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mengenai pemberantasan korupsi sekaligus mendukung aksi masyarakat yang digelar di kawasan Jabodetabek.(ant/iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

