“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak yang lebih tinggi, dalam hal ini Dinkes Jatim. Artinya memang ada terjadi kasus dugaan keracunan pangan yang telah dilakukan penanganan medis,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan santri dan siswa di Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keracunan pangan diduga karena makan bergizi gratis (MBG), pada Selasa (1/9/2026) lalu.
Mereka kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo. Beberapa pasien sudah dipalangkan dan menjalani rawat jalan, dan ada juga yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Merespon kasus tersebut, Subandi Bupati Sidoarjo telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menutup 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak berizin di wilayahnya.
Dalam catatan Subandi, di Kabupaten Sidoarjo ada sekitar 170 SPPG yang berdiri. Namun, 31 di antaranya diketahui belum memiliki izin.
Sebagai upaya pencegahan kasus serupa Pemkab Sidoarjo saat ini telah merekomendasikan 31 SPPG yang belum mengantongi izin untuk berhenti sementara sampai proses administrasi dinyatakan lengkap. Nantinya, setelah proses administrasi selesai, SPPG itu bisa beroperasi kembali.(kir/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

