“Hari ini adalah hari pertama P berlatih kembali setelah melalui proses hukum yang begitu panjang. Kami bersyukur dan juga senang P bisa bangkit kembali. Kami juga memberikan penawaran pendampingan konseling jika memang dibutuhkan,” ungkapnya.
Sementara Arderio Hukom Ketua KONI Surabaya mengaku kalau pihaknya ikut terpukul dengan kejadian sebelumnya, yang menimpa seorang atlet muda.
Dia berharap, P selalu bisa mempertahankan semangatnya kembali dan bisa meraih prestasi di cabang olahraga menembak.
Selain itu, ke depan KONI Surabaya dan Disbudporapar Surabaya akan memperkiat pengawasan pada atlet. Karena menurutnya, lingkungan olahraga harus menjadi ruang aman bagi atlet untuk berkembang.
“Kita juga harus menhedukasi pada anak-anak kita, juga atlet bahwa olahraga ini tempat yang nyaman untuk mereka berekspresi dan meraih prestasi,” tutupnya. (kir/saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

