Pelatih cabang olahraga (cabor) menembak, dilaporkan ke pihak kepolisian setelah diduga melakukan pelecehan terhadap atlet di bawah umur.
Pria berinisial JL itu, dilaporkan keluarga korban setelah diduga melakukan pelecehan dengan modus memberikan hukuman.
Jefry Prawitama ayah korban menerangkan, anaknya mengalami dugaan pelecehan sebanyak enam kali dalam rentan waktu kurang lebih satu bulan.
“Kejadiannya selama puasa tahun ini. Pelecehan itu dilakukan si pelatih di area lapangan tembak Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya,” katanya, Jumat (12/6/2026).
Kepada keluarga, korban inisial DS (15) mengaku mendapat hukuman dari pelaku karena melakukan kesalahan saat berlatih.
Awalnya, hukuman hanya berupa gelitik. Namun kemudian berubah dengan memegang area sensitif.
“Bahkan, pelaku sempat memanfaatkan kondisi hujan untuk mengajak korban berteduh di dalam mobil. Di sana, pelaku juga melakukan aksi pelecehan,” tambahnya.
Jefry menerangkan, puncak dari aksi pelecehan tersebut adalah saat pelaku mengajak korban ke sebuah hotel di kawasan Surabaya.
Imbas dari aksi itu, saat ini korban disebut mengalami trauma. Selain tidak mau berlatih, korban juga enggan menyentuh pistol yang biasa dipakai latihan.
“Sekarang anak saya nggak mau lagi ikut latihan, sudah trauma. Yang biasanya merawat, ngelap-lap, sekarang nggak mau lagi megang (pistolnya), karena di situ awal kehancuran anak saya,” ungkap Jefry.
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah akun @viralforjustucecom, mengunggah pengakuan korban lewat tulisan tangan. Dugaan pelecehan ini terjadi dalam sebuah klub menembak di bawah naungan Perbakin.
Saat ini, pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Surabaya dalam Laporan Polisi Nomor: LP/ B/ 1213/ VI/ 2026/ SPKT/ POLRESTABES SURABAYA/ POLDA JAWA TIMUR pada Selasa, 9 Juni 2026.
“Sudah ada LP, kami kemarin melaporkan ke Polrestabes. Kami memohon kepada kepolisian untuk mengusut urusan ini secara cepat dan juga tuntas,” tutupnya.
Sementara itu, AKBP Melatisari Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya membenarkan bahwa kepolisian telah menerima laporan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan pelatih terhadap atlet menembak.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
“Benar, masih proses (penyelidikan) nggih,” katanya.(kir/ris)
NOW ON AIR SSFM 100

