Senin, 2 November 2026

KSP Tegaskan Ekspor Mineral Kembali Jalan, 100 Kapal yang Sempat Tertahan Mulai Beroperasi

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Dudung Abdurachman Kepala Staf Kepresidenan memberikan keterangan di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (3/8/2026). Foto: Farid suarasurabaya.net

“Kalau logam tanah jarang secara murni, tidak boleh diekspor, tapi kalau turunannya (mineral ikutan), kandungan yang ada di nikel, timah, ada pasti 0,0 sekian persen. Jadi kalau kandungannya 0,0 sekian persen, hasil kesepakatan boleh diekspor. Akhirnya, lebih 100 kapal ekspor yang sempat tertahan mulai beroperasi,” ujarnya.

Sekarang, mineral turunan dari logam tanah jarang bisa kembali diekspor sesudah melalui pemeriksaan PT Sucofindo selaku surveyor yang menjadi acuan bagi Bea Cukai dan instansi terkait.

Lebih lanjut, Dudung bilang solusi persoalan ekspor mineral merupakan hasil koordinasi intensif KSP dengan lintas kementerian dan lembaga.

Dia mengklaim, KSP berhasil menyelaraskan persepsi seluruh instansi terkait. Sehingga, tidak ada lagi salah tafsir tentang larangan ekspor mineral tanah jarang.

“Merujuk pada hasil rakor tata kelola ekspor mineral kritis logam tanah jarang atau LTJ di KSP pada hari Senin 27 Juli 2026, yaitu antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Lembaga Terkait untuk menyusun harmonisasi regulasi mengenai pengelolaan dan tata niaga mineral ikutan yang mengandung logam tanah jarang,” ungkapnya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Surabaya
Senin, 2 November 2026
29o
Kurs