Senin, 3 Agustus 2026

KSP Tegaskan Ekspor Mineral Kembali Jalan, 100 Kapal yang Sempat Tertahan Mulai Beroperasi

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Dudung Abdurachman Kepala Staf Kepresidenan memberikan keterangan di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (3/8/2026). Foto: Farid suarasurabaya.net

Selain komoditas pertambangan utama, Kepala KSP juga menyebut, produk pertambangan yang mengandung unsur radioaktif alami tetap bisa diekspor.

Dengan catatan, kandungannya tergolong naturally occurring radioactive material, serta memenuhi persyaratan pengujian keselamatan dan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait penyempurnaan aturan teknisnya, KSP terus mengawal proses koordinasi, melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan batasan teknis yang jelas.

“Pemerintah sedang menyiapkan pendapat hukum atau legal opinion dari Kejaksaan Agung untuk memperkuat kepastian hukum selama penyempurnaan regulasi berlangsung. Hasil komunikasi KSP pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2026, dengan berbagai pihak terkait antara lain memberikan kepastian kepada PT Sucofindo dapat menerbitkan 85 laporan surveyor yang sempat tertunda tersebut karena terindikasi mengandung mineral ikutan. Mayoritas laporan surveyor yang tertunda berasal dari perusahaan eksportir komoditas yaitu antara lain alumina, tembaga katoda, dan komoditas turunan dari nikel,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Dudung menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor supaya penegakan hukum berjalan selaras dengan kepastian iklim usaha, tanpa merugikan para pelaku industri.

Kepala Staf Kepresidenan menambahkan, pihaknya mendukung penuh perlindungan bagi pelaku usaha serta visi jangka panjang Pemerintah dalam membangun industri bernilai tambah di dalam negeri.(rid/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Senin, 3 Agustus 2026
31o
Kurs