Menurutnya, kebanyakan warga Surabaya terbiasa untuk lebih dulu menyampaikan laporan pandangan mata ke Suara Surabaya, sebelum informasi tersebut kemudian diteruskan ke Command Center.
“Artinya gini, ketika seperti saya naik sepeda, kemudian saya melihat di Mayjen Sungkono ada pohon tumbang, maka yang di dalam pikiran warga Kota Surabaya ini jangan keliru loh, itu ke SS (dulu) loh. Laporan pandangan mata. Nah, kemudian SS menginfo ke Command Center,” ujarnya.
Pola itu, menurut Kepala BPBD sangat membantu, karena informasi dapat segera diteruskan langsung ke petugas. Karenanya, Command Center sering berkolaborasi dengan Suara Surabaya dalam merespon penanganan kedaruratan.
Kolaborasi itu juga tidak hanya sebatas pertukaran informasi. Irvan juga mengakui, metode menerima dan mendata laporan warga yang digunakan Command Center kini turut mengadopsi pola yang sebelumnya dipelajari dari Suara Surabaya.
Target Waktu Respon Ditingkatkan

NOW ON AIR SSFM 100

