Irvan mengatakan target waktu respons Command Center juga terus ditingkatkan di pemerintahan Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya. Jika pada awal pembentukannya pada 2016 lalu di era Tri Rismaharini menjabat Wali Kota ditargetkan maksimal 10 menit, kini waktu response dipatok tujuh menit.
“Kemudian untuk kebakaran itu bahkan 6,5 menit. Itu response time-nya dan yang filosofinya diharapkan bahwa ketika setiap warga Kota Surabaya ini membutuhkan bantuan, maka bisa menghubungi kita call 112, dan diharapkan kita bisa merespon dengan cepat, dan kemudian warga merasa terlayani dengan baik. Itu sebetulnya filosofinya,” jelasnya.
Untuk mempermudah warga mengirimkan laporan, Pemkot Surabaya juga membuka layanan WhatsApp CC 112 melalui nomor 081131112112. “Di situ juga kita targetkan tidak hitungan menit, tapi hitungan detik untuk bisa merespons,” ujar Irvan.
Selain memperkuat sistem komunikasi, Pemkot juga menambah jumlah pos terpadu agar petugas dapat lebih cepat menjangkau lokasi kejadian. Dari sebelumnya tujuh pos terpadu, tahun ini jumlahnya ditambah menjadi 10 pos dan ditargetkan menjadi 13 pos pada tahun depan.
“Dulunya ada tujuh pos terpadu. Tahun ini ditambahkan tiga posko lagi menjadi 10 dan target tahun depan ditambah tiga posko lagi menjadi 13,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

