Sabtu, 29 Agustus 2026

Lestarikan Ekosistem Pesisir, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.000 Mangrove di KEE Ujungpangkah

Laporan oleh Tim Redaksi
Bagikan
Penanaman 1.000 bibit mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Pertamina

Pertamina Patra Niaga melalui Bitumen Plant Gresik menanam 1.000 bibit mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan itu merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan secara berkelanjutan, untuk mendukung konservasi ekosistem pesisir.

Selain penanaman bibit baru, Pertamina Patra Niaga juga melakukan pemantauan terhadap ribuan mangrove yang telah ditanam sejak 2022. Monitoring dilakukan untuk memastikan tingkat pertumbuhan dan keberlanjutan tanaman.

Indra Gunawan Operation Head Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik mengatakan sebagian besar mangrove yang ditanam pada tahun-tahun sebelumnya tumbuh dengan baik.

“Alhamdulillah, mangrove yang kami tanam pada tahun-tahun sebelumnya mayoritas tumbuh dengan baik. Kami berharap mangrove yang ditanam hari ini dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun para nelayan di Desa Pangkah Wetan. Insyaallah, kami berkomitmen untuk terus melakukan penanaman mangrove setiap tahunnya. Seperti tagline nelayan di sini, ‘Nandur sakkapoke, kapoke kapan? Ga kapok-kapok’,” ujar Indra.

Penanaman melibatkan Perwira Pertamina, Pemerintah Desa Pangkah Wetan, kelompok nelayan, serta sejumlah pihak terkait sebagai bentuk kolaborasi menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Samaun Ketua Kelompok Himpunan Nelayan mengapresiasi konsistensi program penanaman mangrove yang telah dilakukan sejak 2022.

“Terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik yang telah melakukan penanaman mangrove sejak 2022 di lokasi kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para nelayan di sini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya,” ungkap Samaun.

Mangrove memiliki fungsi penting bagi wilayah pesisir, mulai melindungi kawasan dari abrasi, menyerap dan menyimpan karbon, mengurangi intrusi air laut, hingga menjadi habitat berbagai flora dan fauna.

Ekosistem mangrove juga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan yang menggantungkan mata pencaharian pada sumber daya perairan di sekitarnya.

Sementara Ahad Rahedi Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jatimbalinus mengatakan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam program pelestarian lingkungan.

“Penanaman mangrove ini bukan sekadar menambah jumlah pohon, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga ekosistem pesisir agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Ahad.

Tidak hanya mendorong penambahan tutupan vegetasi mangrove, melalui kegiatan itu, Pertamina Patra Niaga melalui Bitumen Plant Gresik tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi dan keberlanjutan.

“Kami mengapresiasi kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, kelompok nelayan, dan seluruh pihak yang terlibat. Keberlanjutan lingkungan membutuhkan konsistensi, sehingga selain menanam, kami juga memastikan mangrove yang telah ditanam sebelumnya terus dimonitor dan dirawat,” katanya.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim dan tujuan ke-14 mengenai ekosistem laut. (adv/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Sabtu, 29 Agustus 2026
31o
Kurs