Sebagian besar pengemudi ojek online (ojol) perempuan yang dapat pendampingan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berstatus kepala keluarga atau single parent.
Hal itu disampaikan Ida Widayati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (31/7/2026).
Ida mengatakan, saat ikut pelatihan pemberdayaan, para Srikandi jalan itu tetap harus mendapatkan penghasilan setiap hari untuk menghidupi keluarganya. Hal itu menurutnya jadi tantangan terbesar program pemberdayaan.
“Yang saya intervensi ini sebagian besar adalah perempuan kepala keluarga. Jadi namanya Perempuan (orang tua) tunggal begitu kan. Nah, ini mereka semangat untuk mendapatkan uang tiap hari, itu harus dilakukan begitu. Nah, ini memang yang agak menghambat dari pelatihan pelatihan-pelatihannya kita berikan,” ujar Ida.

NOW ON AIR SSFM 100

