Senin, 13 Juli 2026

Menag Nilai Tasawuf Kunci Keselamatan Masa Depan Bumi

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Nasaruddin Umar Menteri Agama saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jumat (6/2/2026). Foto: UIN Walisongo Semarang

Nasaruddin Umar Menteri Agama menilai krisis ekologis global berakar pada kegagalan manusia memahami perannya sebagai khalifah di bumi. Ia menegaskan tasawuf perlu ditempatkan sebagai fondasi teologi untuk menyelamatkan masa depan alam.

“Perlu ada pendekatan ulang pada teologi kita. Selama ini tasawuf dianggap kurang atau sekadar pelengkap, padahal tugas besar kita adalah mentransformasikannya,” katanya saat kuliah umum di UIN Walisongo Semarang, Jumat.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyebut kerusakan lingkungan mencapai titik nadir karena manusia memisahkan diri dari tatanan kosmik. Selama ini tasawuf dianggap jalan sunyi yang jauh dari realitas sosial, padahal justru berfungsi mengendalikan sikap eksploitatif manusia.

“Hanya tasawuf lah yang bisa menyelamatkan alam semesta, dan hanya tasawuf lah yang mampu menjinakkan pikiran liar manusia yang eksploitatif,” katanya.

Ia menjelaskan hubungan manusia dan alam melalui konsep sufi, mulai dari keseimbangan makrokosmos dan mikrokosmos, hingga hierarki spiritual Alam Ruh, Malakut, dan Jabarut. Menurutnya, manusia tidak terpisah dari entitas kosmik sehingga tidak berhak merusak alam.

Mengutip lirik Ebiet G. Ade, ia mengingatkan konsekuensi jika manusia memunggungi lingkungan.

“Alam bersahabat dengan kita, tapi kalau kita tidak bersahabat dengannya, mungkin alam mulai enggan bersahabat dengan kita,” katanya.

Nasaruddin menegaskan manusia memang memiliki hak hidup, namun alam juga memiliki hak untuk tidak dirusak.(ant/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 13 Juli 2026
26o
Kurs