Jumat, 12 Juni 2026

Mentan Sebut Cetak Sawah di Papua Sudah Capai 80 Ribu Hektare hingga 2026

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Andi Amran Sulaiman (tengah) Menteri Pertanian didampingi Sudaryono (kiri) Wakil Menteri Pertanian dan sejumlah kepala daerah se-Tanah Papua, memberi keterangan kepada awak media usai Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: Antara

Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) menyebut luas cetak sawah yang telah dan sedang dibangun di Papua pada 2025 hingga 2026 mencapai sekitar 80 ribu hektare, guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia timur.

Mentan menjelaskan capaian tersebut merupakan akumulasi program cetak sawah yang dilaksanakan pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produksi beras nasional.

“Total sekarang 80 ribu hektare. 2025 dan 2026 (luas cetak sawah di Papua capai) 80.000 hektare,” kata Amran dalam jumpa pers usai Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (11/6/2026) yang dikutip Antara.

Menurutnya, dari total luasan tersebut, sebagian lahan sudah mulai berproduksi, sementara sisanya masih dalam tahap pengembangan. “Sekarang sebagian berproduksi, sebagian sementara berjalan,” ujarnya.

Amran merinci, program cetak sawah pada 2025 mencapai sekitar 30 ribu hektare dan sudah mulai memberikan kontribusi terhadap produksi pangan daerah. Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan tambahan 50 ribu hektare sawah baru.

“Ini yang tahun lalu kurang lebih 30 ribu hektare. Kemudian tahun ini itu kurang lebih 50 ribu hektare. 30 ribu tambah 50 ribu itu 80 ribu hektare,” jelasnya.

Selain memperluas lahan pertanian, pemerintah juga berupaya meningkatkan produktivitas sawah di Papua. Jika sebelumnya rata-rata hanya menghasilkan sekitar tiga ton gabah per hektare, melalui dukungan teknologi dan mekanisasi pertanian produktivitasnya ditargetkan meningkat menjadi lima hingga tujuh ton per hektare.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mempercepat modernisasi pertanian dengan menyalurkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan).

Menurut Amran, setiap program cetak sawah selalu diikuti dengan penyediaan teknologi pertanian karena pengelolaan lahan dalam skala luas tidak memungkinkan dilakukan secara manual.

Ia mencontohkan masih adanya petani yang mengolah lahan hingga 20 hektare secara manual. Karena itu, pemerintah segera mengirimkan traktor dan berbagai peralatan modern untuk membantu proses produksi.

“Traktornya ratusan totalnya. Setiap kita cetak sawah langsung diikuti dengan teknologi, alsintannya. Kenapa? Karena kalau luasan hamparan puluhan ribu, bahkan nanti ratusan ribu dengan kakao, kalau manual tidak mungkin. Pasti nanti sawahnya tidak dikerjakan. Jadi khusus sawah harus menggunakan modern, traktor, alat-alat modern,” katanya.

Untuk mendukung pengembangan pertanian modern tersebut, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran lebih dari Rp5 triliun selama 2025–2026. Amran menjelaskan, anggaran pembangunan pertanian di Papua pada 2025 mencapai lebih dari Rp2 triliun. Sementara pada 2026 meningkat menjadi sekitar Rp3,2 triliun.

Dengan demikian, total anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk pembangunan sektor pertanian di Papua dalam dua tahun mencapai sekitar Rp5 triliun, yang disebut Amran sebagai alokasi terbesar sepanjang sejarah.

Pada 2026, anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai sektor, antara lain pengembangan tanaman pangan sebesar Rp167,94 miliar, hortikultura Rp1,56 miliar, perkebunan Rp263,58 miliar, peternakan Rp11,06 miliar, serta pembangunan lahan dan irigasi pertanian senilai Rp223,47 miliar.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp2,28 triliun untuk prasarana dan sarana pertanian, Rp9,37 miliar untuk perakitan dan modernisasi pertanian, serta Rp14,36 miliar untuk penyuluhan dan pelatihan pertanian. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Surabaya
Jumat, 12 Juni 2026
29o
Kurs