Selasa, 7 Juli 2026

Mewujudkan Gresik Bebas Genangan lewat Sistem Drainase Terintegrasi dan Partisipatif

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ida Lailatussa'diyah Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Kabupaten Gresik; Mas'ud pengamat hidrologi; dan Achmad Ibrahim Nasrullah, perwakilan komunitas warga terdampak di Samanhudi saat talkshow di Radio Suara Surabaya, Selasa (7/7/2026). Foto: Septian Yudha Suara Surabaya

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian serius adalah Jalan Samanhudi. Kawasan ini disebut sudah lama menjadi langganan banjir. Pemkab Gresik menyiapkan rencana pembangunan saluran pembuangan baru dari Samanhudi menuju arah pelabuhan pada 2027.

“Insyaallah 2027, mohon doanya, Pak Bupati akan menangani Samanhudi menuju ke arah pelabuhan,” ujar Ida. Rute ini dipilih agar tak merusak pondasi bangunan padat di sisi utara.

Achmad Ibrahim Nasrullah, perwakilan komunitas warga terdampak di Samanhudi, mengatakan genangan di wilayahnya memang mulai lebih cepat surut setelah adanya pompa dan perbaikan beberapa saluran. Namun, warga masih menunggu solusi jangka panjang berupa jalur alternatif pembuangan air menuju laut.

“Bagaimanapun kami sangat menunggu upaya dari pemerintah untuk memberikan jalur alternatif untuk air drainasenya, sehingga tidak terjadi banjir di wilayah Samanhudi,” kata Achmad Ibrahim.

Dari sisi hidrologi, Mas’ud pengamat hidrologi menilai tantangan terbesar kawasan perkotaan Gresik adalah semakin minimnya daerah resapan. Perkembangan permukiman, bangunan usaha, dan infrastruktur membuat air hujan lebih cepat mengalir ke saluran drainase.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 7 Juli 2026
29o
Kurs