Tak tanggung-tanggung, masing-masing disebut memperoleh 5 persen dari setiap dana yang masuk.
“Peran tersangka yang kami amankan di Indonesia adalah menyiapkan akta pendirian perusahaan dan rekening yang kemudian digunakan untuk menampung uang hasil kejahatan. Setelah rekening tersebut siap, informasi rekening dikirimkan kepada pelaku yang berada di China,” ungkap Bambang.
Setelah uang masuk, pelaku yang berada di China kemudian memberi instruksi kepada tersangka di Indonesia untuk mengeksekusi dana tersebut.
“Dari kesepakatan yang ada, masing-masing tersangka mendapatkan 5 persen dari setiap uang yang masuk ke rekening tersebut,” katanya.
Polisi masih memburu seorang pria berinisial CW yang diduga menjadi otak aksi tersebut dan berada di China. Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan FBI untuk mengungkap identitas sekaligus melacak keberadaan CW.

NOW ON AIR SSFM 100

