Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyiapkan SMA/SMK negeri sebagai tempat transit peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026.
Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jatim memastikan, seluruh sekolah jenjang SMA/SMK Negeri di Jatim memberikan dukungan dengan menyiapkan fasilitas sekolah yang memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat transit peserta muktamar.
“Kami support tempat transit di sekolah-sekolah bagi peserta muktamar yang membutuhkan istirahat dan salat, dan mungkin mereka akan mandi serta membersihkan diri,” katanya, Selasa (25/8/2026).
Aries mengatakan, langkah tersebut menjadi bentuk dukungan Dinas Pendidikan Jatim untuk membantu kebutuhan peserta, terutama di tengah keterbatasan akomodasi di Kabupaten Jombang.
“Sekolah-sekolah kami terbuka bagi semua peserta muktamar, baik kelas-kelas yang kita siapkan maupun masjid, kamar mandi, dan toilet,” ujarnya.
Dukungan tersebut juga disesuaikan dengan pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Pada 26, 27 dan 28 Agustus, seluruh sekolah yang berada di kecamatan dan kota seperti SMAN 1 Jombang, SMAN 2 Jombang, SMAN 3 Jombang, SMKN 1 Jombang, SMKN 2 Jombang, SMKN 3 Jombang dan SLBN Jombang serta sekolah yang berada di kecamatan Tembelang melakukan pembelajaran daring.
Sedangkan sekolah-sekolah yang berada di luar kecamatan tersebut melakukan pembelajaran seperti biasa.
Dengan kondisi tersebut, ruang kelas yang tidak digunakan untuk kegiatan pembelajaran dapat dimanfaatkan sebagai tempat transit peserta muktamar.
Kemudian ruang kelas, masjid sekolah yang kosong juga dapat digunakan untuk beristirahat dan melaksanakan salat.
“Semua SMA dan SMK negeri memberikan support tempat di sekolah-sekolah untuk istirahat bagi para peserta muktamar yang membutuhkan tempat transit,” tuturnya.
Selain menyediakan tempat transit, sejumlah sekolah juga menyiapkan makanan ringan snack bagi rombongan peserta yang singgah sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi muktamar.
“Bahkan ada beberapa sekolah yang menyiapkan snack dan makanan ringan untuk para rombongan yang transit di sekolah-sekolah yang berdekatan dengan tempat kegiatan,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan satuan pendidikan dalam menyambut Muktamar ke-35 NU bukan sekadar dukungan fasilitas, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran sosial bagi murid.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah memberikan kesempatan kepada murid untuk melihat secara langsung semangat kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman dalam pelaksanaan agenda besar organisasi kemasyarakatan.
“Kami berharap para siswa juga bisa mendapatkan pengalaman dan pembelajaran dari momentum Muktamar NU ini. Mereka dapat melihat bagaimana masyarakat dari berbagai daerah datang, berkumpul, dan bersama-sama menyukseskan sebuah agenda besar,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

