Para ulama Nahdlatul Ulama (NU) merumuskan lima poin hasil pertemuan ulama atau halaqah, demi mendorong organisasi agar menjaga garis, rencana, dan langkah, atau dikenal dengan khittah, sebagai landasan organisasi.
“Halaqah kali ini menghasilkan lima poin yang dapat menjadi pertimbangan dalam Muktamar NU mendatang di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, agar khittah organisasi terjaga,” kata Ahmad Subakir, Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syekh Wasil Kediri, dalam kegiatan Halaqah Alim Ulama yang dilaksanakan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (24/8/2026).
Lima poin yang dirumuskan oleh sedikitnya 20 ulama NU yang hadir, seperti dilaporkan Antara, adalah sebagai berikut:
Pertama, menegaskan posisi NU sebagai organisasi keagamaan yang menjunjung tinggi peran ulama sebagai penggerak organisasi yang mampu merawat umat, menjaga jamaah, dan menjadikan pergerakan sebagai wadah untuk menciptakan kemaslahatan umat.
Kedua, Ahmad menjelaskan para ulama mengharapkan NU memprioritaskan setiap keputusan dengan mengedepankan kemaslahatan bagi umat, sekaligus menjaga kesinambungan organisasi, tradisi, dan cita-cita Nahdlatul Ulama.
Ketiga, para ulama mendorong pondok pesantren sebagai pusat tradisi keilmuan, kaderisasi ulama, pembentukan karakter, serta penjaga nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah.
Keempat, para ulama mendukung kepemimpinan NU berbasis nilai spiritual yang bertanggung jawab kepada umat, dengan tetap membentengi organisasi dengan moral, intelektual, dan integritas, sehingga tidak terbawa arus kepentingan yang berdampak buruk pada organisasi.
Kelima, para ulama meminta NU mengedepankan kebijakan dan langkah kepemimpinan yang berlandaskan prinsip pencegahan kerusakan, demi menjaga persatuan, marwah, dan keberlangsungan NU.
Di sisi lain, Ali Maschan Moesa, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur, menyatakan bahwa para ulama juga mendorong agar kepemimpinan NU ke depan dapat menjaga jarak yang proporsional dengan pemerintah.
“Lima poin ini kami harapkan dapat menjadi pertimbangan utama dalam Muktamar NU ke-35 di Jombang. Kami menilai pentingnya kepemimpinan NU mendatang agar tidak mudah terseret kepada kepentingan politik, namun tetap mendukung program pemerintah sekaligus menjaga jarak agar fungsi pengawasan dapat berjalan semestinya,” kata Maschan.(ant/iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

