Para narasumber menyoroti pentingnya membangun kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan, memperkuat budaya riset, mendorong ekonomi yang berkeadilan, serta menumbuhkan dialog lintas iman sebagai fondasi kehidupan kebangsaan yang damai.
Prof. Arif Satria Ketua ICMI Pusat sekaligus Kepala BRIN mengingatkan bahwa kaum intelektual memiliki tugas besar untuk mengembalikan rasionalitas ilmu pengetahuan sebagai dasar kemajuan bangsa.
Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang akademik, tetapi harus hadir sebagai kekuatan yang membebaskan manusia dari berbagai persoalan.
“Ilmu pengetahuan kehilangan maknanya apabila hanya berhenti di ruang akademik. Ilmu harus menjadi kekuatan yang membebaskan manusia dari kemiskinan, ketidakadilan, kebodohan, dan berbagai bentuk dehumanisasi. Karena itu, ilmu harus diabdikan bagi kesejahteraan manusia,” tegasnya.


NOW ON AIR SSFM 100

