Sementara itu, Dr. Daniel Rohi Ketua Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Jawa Timur mengingatkan bahwa salah satu akar konflik sosial adalah tumbuhnya eksklusivisme yang menutup ruang dialog.
Karena itu, menurutnya, kehadiran tokoh lintas agama dalam Seminar Nasional ICMI menjadi wujud nyata bahwa peradaban hanya dapat dibangun melalui keterbukaan, saling menghormati, dan kerja sama.
Setelah Seminar Nasional, Muswil dilanjutkan dengan agenda organisasi. Di antaranya penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021-2026, perumusan arah kebijakan organisasi lima tahun mendatang, serta pemilihan Ketua Umum ICMI Jawa Timur periode 2026-2031.
Melalui Muswil ini, ICMI Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk mengembalikan marwah kaum intelektual sebagai penjaga akal sehat bangsa, penuntun arah peradaban, dan penggerak transformasi sosial.
Di tengah derasnya arus disrupsi dan polarisasi, Indonesia dinilai membutuhkan lebih banyak intelektual yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, inklusif, berani menyuarakan kebenaran, serta mengabdikan ilmu pengetahuan untuk kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

NOW ON AIR SSFM 100

