Sabtu, 29 Agustus 2026

Nepal Minta Meta dan TikTok Hapus Konten Hoaks Berbasis AI Pascabanjir

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Salah satu kota di Nepal hancur imbas banjir besar di negara tersebut. Foto: Anadolu

Pemerintah juga meminta Meta dan TikTok memperkuat algoritma agar lebih proaktif mendeteksi serta memblokir gambar atau video AI palsu, konten grafis, dan informasi menyesatkan sebelum menyebar lebih luas.

Saat ini, Meta dan TikTok disebut butuh waktu sekitar 24 hingga 48 jam untuk merespons unggahan yang telah dilaporkan. Pemerintah Nepal meminta proses tersebut dipercepat mengingat situasi darurat masih berlangsung.

Adapun jumlah korban meninggal dari bencana di perbatasan kedua negara itu telah mencapai 543 orang. Sementara 1.281 orang, termasuk 856 warga negara asing, masih dinyatakan hilang.

Banjir dan tanah longsor menerjang wilayah utara dan tengah Nepal pada Rabu, menyapu permukiman di sepanjang Sungai Bhotekoshi dan Trishuli serta merusak rumah, jembatan, dan jalan.

Di wilayah China, lumpur dan material longsor juga menerjang Gyirong di Daerah Otonom Xizang atau Tibet hingga memutus akses jalan, komunikasi, dan jaringan listrik.

Ratusan warga, pekerja konstruksi, dan wisatawan telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, sementara operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. (bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Sabtu, 29 Agustus 2026
30o
Kurs