Jumat, 18 September 2026

Pakar Sebut Terlalu Banyak Aplikasi Bikin Layanan Publik Makin Membingungkan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi memanfaatkan layanan publik digital via laptop. Foto: Freepik

“Kalau layanan manual sudah enggak zamannya lagi. Nah, yang kedua, jangan kebablasan juga. Kalau banyak aplikasi itu malah bingung juga nanti,” kata Marsudi.

Karena itu, pemerintah disarankan mengembangkan satu aplikasi terpadu atau super app yang menjadi pintu masuk seluruh pelayanan publik. Marsudi menyebut konsep layanan terintegrasi di DKI Jakarta sebagai salah satu contoh penyederhanaan aplikasi.

“Salah satu contoh yang baik itu DKI. DKI itu memiliki namanya JakOne. Jadi hanya satu aplikasi, semuanya dalam satu genggaman saja,” tuturnya.

Penyatuan aplikasi juga dinilai lebih sesuai dengan karakter generasi Z dan milenial yang terbiasa mendapatkan layanan secara cepat. Namun, teknologi yang digunakan harus tepat dan benar-benar mempersingkat birokrasi.

“Nah, teknologi sebetulnya bisa mengakomodasi keinginan itu dengan adanya teknologi yang tepat. Jadi tidak sekadar digitalisasi, tidak sekadar penerapan IT di mana-mana,” tambahnya.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 18 September 2026
31o
Kurs