“Kalau layanan manual sudah enggak zamannya lagi. Nah, yang kedua, jangan kebablasan juga. Kalau banyak aplikasi itu malah bingung juga nanti,” kata Marsudi.
Karena itu, pemerintah disarankan mengembangkan satu aplikasi terpadu atau super app yang menjadi pintu masuk seluruh pelayanan publik. Marsudi menyebut konsep layanan terintegrasi di DKI Jakarta sebagai salah satu contoh penyederhanaan aplikasi.
“Salah satu contoh yang baik itu DKI. DKI itu memiliki namanya JakOne. Jadi hanya satu aplikasi, semuanya dalam satu genggaman saja,” tuturnya.
Penyatuan aplikasi juga dinilai lebih sesuai dengan karakter generasi Z dan milenial yang terbiasa mendapatkan layanan secara cepat. Namun, teknologi yang digunakan harus tepat dan benar-benar mempersingkat birokrasi.
“Nah, teknologi sebetulnya bisa mengakomodasi keinginan itu dengan adanya teknologi yang tepat. Jadi tidak sekadar digitalisasi, tidak sekadar penerapan IT di mana-mana,” tambahnya.

NOW ON AIR SSFM 100

