Selain menyatukan aplikasi, integrasi data menjadi syarat penting. Apabila data antardinas maupun antarinstansi masih berbeda, keberadaan satu aplikasi tidak akan otomatis menyelesaikan persoalan pelayanan.
Marsudi juga mengingatkan, transformasi digital tak cukup dengan membeli perangkat, memasang jaringan internet, atau membuat aplikasi baru. “Transformasi digital itu bukan di teknologi, tapi di cara berpikir kita, mindset kita,” katanya.
Menurutnya, digitalisasi masih kehilangan makna jika masyarakat tetap diminta menyerahkan fotokopi KTP, kartu keluarga, ijazah, maupun bukti pembayaran setelah menyelesaikan proses secara daring.
“Jadi enggak ada gunanya transformasi digital sudah pakai teknologi digital, tapi masih dimintain fotokopi ini, fotokopi itu. Masuk sekolah, coba daftar sekolah, masuk perguruan tinggi. Masih dimintain fotokopi ijazah SMA kan lucu itu. Ini contoh bagaimana transformasi digital termasuk di kampus-kampus pun juga tidak dipahami oleh para pimpinan perguruan tinggi gitu,” ujarnya. (bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

