Senin, 2 November 2026

Pakar Sebut Terlalu Banyak Aplikasi Bikin Layanan Publik Makin Membingungkan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi memanfaatkan layanan publik digital via laptop. Foto: Freepik

Selain menyatukan aplikasi, integrasi data menjadi syarat penting. Apabila data antardinas maupun antarinstansi masih berbeda, keberadaan satu aplikasi tidak akan otomatis menyelesaikan persoalan pelayanan.

Marsudi juga mengingatkan, transformasi digital tak cukup dengan membeli perangkat, memasang jaringan internet, atau membuat aplikasi baru. “Transformasi digital itu bukan di teknologi, tapi di cara berpikir kita, mindset kita,” katanya.

Menurutnya, digitalisasi masih kehilangan makna jika masyarakat tetap diminta menyerahkan fotokopi KTP, kartu keluarga, ijazah, maupun bukti pembayaran setelah menyelesaikan proses secara daring.

“Jadi enggak ada gunanya transformasi digital sudah pakai teknologi digital, tapi masih dimintain fotokopi ini, fotokopi itu. Masuk sekolah, coba daftar sekolah, masuk perguruan tinggi. Masih dimintain fotokopi ijazah SMA kan lucu itu. Ini contoh bagaimana transformasi digital termasuk di kampus-kampus pun juga tidak dipahami oleh para pimpinan perguruan tinggi gitu,” ujarnya. (bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Surabaya
Senin, 2 November 2026
28o
Kurs