Menurut Evi, kesehatan reproduksi remaja, terutama remaja putri sebagai calon ibu, menjadi fondasi penting untuk melahirkan generasi yang sehat.
Namun demikian, pendidikan tersebut juga harus diberikan kepada remaja putra agar tumbuh pemahaman dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Barri Pengasuh Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi menyambut baik inisiatif PBNU tersebut.
Ia menilai pendidikan kesehatan reproduksi sangat dibutuhkan oleh santri, khususnya mereka yang sedang memasuki masa pubertas.
Menurutnya, pada fase tersebut para santri membutuhkan pendampingan yang intensif agar memahami cara menjaga kesehatan diri. Peran kiai, nyai, serta pembimbing asrama dinilai sangat penting dalam memberikan edukasi sekaligus membimbing santri menghadapi perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja.

NOW ON AIR SSFM 100

