Menurutnya, capaian TPK Banjarmasin dan TPK Bitung menunjukkan pentingnya konsistensi pengelola terminal dalam mengintegrasikan aspek operasional, keselamatan, lingkungan, energi, dan digitalisasi.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan standar pengelolaan terminal secara bertahap. Kami juga akan mendorong terminal-terminal lain di lingkungan Pelindo Terminal Petikemas agar terus memperkuat penerapan prinsip green and smart port sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing terminal,” lanjutnya.
Widyaswendra menambahkan, transformasi pelabuhan hijau dan cerdas perlu didukung kolaborasi antara pemerintah, operator terminal, pengguna jasa, perusahaan pelayaran, tenaga kerja bongkar muat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem kepelabuhanan.
Kolaborasi tersebut diperlukan karena penerapan green and smart port tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup peningkatan tata kelola, penguatan budaya keselamatan, efisiensi sumber daya, serta integrasi sistem pelayanan berbasis digital.(red/ham/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

