Novi menjelaskan, pengecekan unit permanen tidak hanya berfokus pada penyelesaian bangunan namun juga memastikan fasilitas pendukung seperti kesiapan saluran air, kamar mandi hingga asrama yang menjadi tempat tinggal para siswa selama mengikuti pendidikan.
“Karena kesiapan itu kan sudah MPLS dan sudah bermalam di situ. Anak-anak juga sudah harus siap tinggal, jadi kami memastikan airnya, kamar mandinya sudah selesai karena harus langsung siap pakai,” tuturnya.
Nantinya data hasil pengecekan lapangan akan dihimpun dan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan sekolah mana saja yang benar-benar sudah siap beroperasi penuh.
Sementara itu pada tahun ajaran baru ini, daya tampung Sekolah Rakyat di Jatim mencapai 5.380 siswa atau meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang terdiri atas sembilan rombongan belajar (rombel) dari tiga jenjang SD, SMP dan SMA.
“Nanti saya menghimpun data. Sekarang memang rata-rata sudah 90 persen, ada yang 98 persen, ada juga yang sudah 100 persen. Tapi untuk memastikan itu memang kita turun lapangan,” ungkapnya.(wld/ris/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

