Menurutnya, Bangka Belitung menjadi daerah utama penghasil timah di Indonesia, sementara sejumlah negara yang sebelumnya dikenal sebagai produsen seperti Bolivia, Malaysia, dan Thailand sudah tidak lagi memproduksi timah seperti sebelumnya.
Ia juga menilai Indonesia belum sepenuhnya memiliki posisi tawar kuat dalam menentukan harga timah dunia. “Kita sebagai produsen harus menentukan harga timah dunia, jangan dipermainkan oleh orang lain. Kita harus menertibkan ke dalam, jangan lagi itu jadi penyelundupan,” ungkapnya.
Yusril juga menyoroti adanya negara yang menjadi eksportir timah meski tidak memiliki tambang timah sendiri. “Dari mana dia dapat timah? Dari hasil penyelundupan yang ada di negara kita ini,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah mendorong kerja sama antara aparat penegak hukum, pemerintah, PT Timah, dan masyarakat untuk menata kembali tata kelola pertimahan, menekan penyelundupan, serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (ant/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

