“Pemkot Surabaya berharap bantuan pendidikan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga rentan, mencegah anak putus sekolah, sekaligus memastikan setiap rupiah bantuan benar-benar digunakan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan para siswa hingga lulus,” jelasnya.
Sementara itu, Efi Zuliati Ketua Tim Kerja Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bapemkesra Pemkot Surabaya mengatakan perubahan terbesar tahun ini terletak pada mekanisme penyaluran bantuan.
Bantuan biaya sekarang disalurkan ke sekolah yang sebelumnya ditransfer ke rekening siswa.
“Kami melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya. Masih ditemukan bantuan yang sudah diterima siswa, tetapi belum digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran di sekolah. Karena itu, tahun ini dana disalurkan melalui sekolah agar benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan,” katanya.
Besaran bantuan pendidikan meningkat menjadi Rp350 ribu per bulan dari sebelumnya Rp320 ribu.

NOW ON AIR SSFM 100

